[Trivia] Biggest Blockbuster In Universe: Avengers: Infinity War (2018)


Film Superhero produksi Marvel Studios yakni Film AVENGERS: INFINITY WAR (2018) mungkin merupakan salah satu Film Superhero yang paling ditunggu dalam sejarah perfilman dunia. Bagaimana tidak, film ini menurut Marvel akan menjadi film puncak dari Marvel Cinematic Universe yang telah dibuat dari zaman Film IRON MAN (2008). Jumlah superhero yang akan muncul juga tidak tanggung tanggung mencapai lebih dari 40 sampai 50 karakter.

Marvel Cinematic Universe sendiri dimulai pada Film IRON MAN (2008) yang sutradarai oleh Jon Favreau. Film ini juga boleh dibilang sebagai gerbang utama masuk ke Marvel Cinematic Universe. Fase awal ini berada dalam kurun waktu tahun 2008 hingga 2012.

Phase One:
1. Iron Man (2008) Sutradara: Jon Pavreau
2. Incredible Hulk (2008) Sutradara: Louis Leterrier
3. Iron Man 2 (2010) Sutradara: Jon Pavreau
4. Thor (2011) Sutradara: Kenneth Banagh
5. Captain America: The First Avenger (2011) Sutradara: Joe Johnston
6. The Avengers (2012) Sutradara: Joss Wheddon

Phase One sendiri mempunyai prestasi membanggakan dimana Film THE AVENGERS (2012) menjadi salah satu Film Superhero Terlaris Sepanjang Masa setelah Film AVATAR (2009), Film TITANIC (1997), Film STAR WARS THE FORCE AWAKEN (2015) dan Film JURRASIC WORLD (2015).

Phase Two:
1. Iron Man 3 (2013) Sutradara: Shane Black
2. Thor: The Dark World (2013) Alan Taylor
3. Captain America: The Winter Soldier (2014) Anthony & Joe Russo
4. Guardians Of The Galaxy (2014) James Gunn
5. Avengers: Age Of Ultron (2015) Joss Wheddon
6. Ant-Man (2015) Peyton Reed

Phase Two juga mempunyai respon yang positif dimana rating dari situs Rotten Tomatoes dan IMDB memberi ke-enam Film pada Phase Two selalu tinggi. Dalam tangga box office juga hasilnya selalu memuaskan.

Phase Three:
1. Captain America: Civil War (2016) Sutradara: Anthony & Joe Russo
2. Doctor Strange (2016) Sutradara: Scott Derrickson
3. Guardians Of The Galaxy Vol.2 (2017) Sutradara: James Gunn
4. Spider-Man: Homecoming (2017) Sutradara: Jon Watts
5. Thor: Ragnarok (2017) Sutradara: Taika Waititi
6. Avengers: Infinity War (2018) Sutradara: Anthony & Joe Russo
7. Black Panther (2018) Sutradara: Ryan Coogler
8. Ant-Man And The Wasp (2018) Sutradara: Peyton Reed
9. Captain Marvel (2019) Sutradara: Anna Boden & Ryan Fleck

Tahun 2016 hingga postingan ini dibuat, kita sedang berada di Phase Three yang dimana hampir semua Fim Superhero yang sudah dirilis pada Phase Three selalu mendapat respon yang semakin positif dan semakin membuktikan bahwa Marvel Cinematic Universe adalah deretan Film yang selalu memberikan hasil yang terbaik untuk para fanboy dan fangirl Marvel.
Film AVENGERS: INFINITY WAR (2018) yang akan rilis secara global pada 4 Mei 2018 mendatang menjadi yang paling ditunggu-tunggu dalam sejarah Marvel Cinematic Universe. Beberapa hari yang lalu ketika event Disney D23 Expo, Marvel Studios memberikan sebuah teaser trailer perdana yang KHUSUS diputar untuk para pengunjung. Banyak deskripsi yang dishare di sosial media oleh para penonton disana. Share berupa deskripsi teaser trailer Film AVENGERS: INFINITY WAR (2018) ini sukses bikin gue nangis dan bulukuduk merinding. Seriusan!


Sebagian pemain AVENGERS: INFINITY WAR (2018) di Disney D23 Expo


Teaser Poster Perdana Film AVENGERS: INFINITY WAR (2018) yang diposting salah satu penonton yang menghadiri Disney D23 Expo.


Teaser Poster Perdana Film AVENGERS: INFINITY WAR (2017) yang dirilis khusus pada ajang San Diego Comic Con 2017.

Hype yang begitu massive terhadap Film AVENGERS: INFINITY WAR (2018) ini terus berlanjut pada ajang San Diego Comic Con 2017. Dalam event tahunan itu, film-film besar melakukan semacam presentasi di panel SDCC 2017 dengan menghadirkan informasi seputar film yang eksklusif hanya bisa didapatkan di San Diego Comic Con 2017 saja.



Di ajang SDCC 2017 itu juga, Trailer Perdana AVENGERS: INFINITY WAR (2017) juga diputar KHUSUS untuk para pengunjung saja. Namun kali ini, salah satu pengunjung SDCC 2017 berhasil merekam secara sembunyi-sembunyi trailer tersebut. Sontak, seluruh fanboy dan fangirl Marvel dibuat histeris, berlinang air mata, merinding, speechless dan gak bisa ngapa-ngapain lagi (gue asli kayak gini) usai melihat leaked footage tersebut. Respon dan suasana SDCC 2017 ketika Trailer Film AVENGERS: INFINITY WAR (2017) begitu meriah dan bikin iri setengah mati :((((((((((

[Review] Dunkirk: Kisah Heroik 400.000 Tentara Di Medan Perang



#Description:
Title: Dunkirk (2017)
Casts: Fionn Whitehead, Aneurin Barnard, Barry Keoghan, Harry Styles, Tom Hardy, Damien Bonnard, Lee Amstrong, James Bloor, Mark Rylance, Tom Glynn-Carney, Jack Lowden, Billy Howle, Kenneth Branagh
Director: Christopher Nolan
Studio: Warner Bros Pictures, Syncopy, RatPac Dune Entertainment


#Synopsis:
Dikisahkan pada saat awal Perang Dunia ke 2, empat ratus ribuan pasukan tentara yang berasal dari 4 negara berbeda yaitu Inggris, Perancis, Belanda dan Belgia terdampar di Pantai Dunkirk Jerman. Keadaan mereka semakin tersudutkan di Dunkirk karena berhasil dikepung oleh pasukan Jerman.
Evakuasi ratusan ribu pasukan tentara itu tak memakan waktu sebentar. Para regu evakuasi dan ratusan ribu tentara yang terkepung berusaha sekuat tenaga melakukan berbagai cara untuk bisa keluar dari Pantai Dunkirk meskipun ancaman serangan tentara Jerman dari darat, laut dan udara siap mengintai mereka.



#Review:
Salah satu Sutradara Terbaik sepanjang sejarah perfilman Hollywood yaitu Christopher Nolan, kembali merilis Film terbarunya yang merupakan Film Pertama yang berdasarkan dari kejadian nyata berjudul DUNKIRK (2017), usai kemarin sukses dengan Film INTERSTELLAR (2013).
Lewat Film ini, Nolan memberikan sebuah film heroik & peperangan dengan sentuhan originalitas khasnya. Dalam film ini Nolan memberikan tiga plot yakni The Mole atau Tanggul yang bercerita tentang para tentara yang akan dievakuasi, The Sea atau Laut yang bercerita tentang warga sipil Inggris yang ingin menyelamatkan pasukan tentara Inggris dengan kapal pribadinya dan The Air atau Udara yang bercerita tentang 3 pesawat yang berusaha mengalahkan pesawat-pesawat musuh. Ketiga plot cerita serta sudut pandang yang dihadirkan dalam film ini harus fokus banget diikuti karena ketiga plot tersebut mempunyai rentan setting waktu yang berbeda serta keterkaitannya yang akan dihadirkan pada paruh akhir film.


Dibalik ketiga plot cerita yang dihadirkan, tersimpan beberapa moment serta aksi survival para tentara yg terasa real tidak berlebihan. Gue paling demen segment di darat dan di lautan. Adegan kejar-kejaran pesawat serta beberapa kali kapal tenggelam terasa begitu keren. Setelah credit title selesai, gue semakin speechless dengan ending Film DUNKIRK (2017) yang memberikan pandangan berbeda tentang sebuah akhir peperangan. Meskipun tidak berakhir dengan kemenangan, namun kepulangan para tentara yang sudah berjuang di medan perang lalu disambut baik oleh negaranya ini sangat mengesankan.
Debut layar lebar perdana dari Fionn Whitehead beserta Harry Styles ini tampil cukup oke. Tom Hardy dengan mukanya yang ditutup masker juga tak kalah memukaunya sebagai sosok yang terus berusaha mengalahkan para pesawat musuh ketika di udara. Jajaran pemain lainnya yang mayoritas pemain baru juga memberikan performa apiknya dengan kapasitas yang sesuai porsi oleh Christopher Nolan. Yang sedikit membedakan mungkin disini Nolan cukup sedikit dalam menggunakan dialog. Nolan bertutur dalam sebuah gambar. Pertempuran yang dihadirkan di darat, laut dan udara juga tak sekedar dar-der-dor boom doang. Nolan memberikan sisi menegangkan dan selipan cerita yang oke.


Sang sutradara juga tak main-main dalam urusan visual. Beliau bahkan menghadirkan pesawat-pesawat tempur langka asli yang bernilai puluhan miliar demi memperkuat daya pikat visualnya. Tak hanya itu saja, penggunaan kamera IMAX untuk pengambilan gambar proses shooting juga sangat sukses memvisualkan pertempuran di darat, laut dan udara yang sangat real tidak lebay namun tetap spektakuler. Gue yang nonton di Starium CGV Cinemas aja dibuat merinding dan takjub liat tiap adegan demi adegan disepanjang film. Aransemen musik buatan Hans Zimmer khas Film-Film Nolan dalam film ini sukses bikin gue merinding beberapa kali. Atmosfir ketegangan dan "haunting" di medan perang semakin kuat terasa.
One of the best Hollywood Movie of the year! Gue yakin Film DUNKIRK (2017) sepertinya bakal menjadi salah satu list dalam daftar Ajang OSCARS mendatang!


[8.5/10Bintang]

[Review] The Doll 2: Terror Boneka Berhantu Kembali Berlanjut



#Description:
Title: The Doll 2 (2017)
Casts: Luna Maya, Herjunot Ali, Sara Wijayanto, Maria Sabta, Rydhen Afexi, Mega Caferansa, Sofia Shireen, Ira Ilvasari
Director: Rocky Soraya
Studio: Hitmaker Studios



#Synopsis:
Usai menyelesaikan terror boneka Ghawiya yang dialami oleh Anya (Shandy Aulia) dan Daniel (Denny Sumargo), Laras (Sara Wijayanto) yang kali ini ditemani sang adik yaitu Bagas (Rydhen Afexi) mau tak mau harus membantu keluarga lainnya yang mengalami terror serupa yang berasal dari sebuah boneka bernama Sabrina.
Mereka adalah pasangan suami-istri muda yakni Maira (Luna Maya) dan Aldo (Herjunot Ali). Keduanya mempunyai anak semata wayang perempuan bernama Kayla (Sofia Shireen). Mereka terlihat sebagai sebuah keluarga kecil yang penuh dengan kebahagiaan. Tapi, kebahagiaan itu lenyap sudah usai mobil yang mereka tumpangi ketika akan makan malam mengalami kecelakaan. Kayla tewas ditempat dengan memeluk boneka porselen yang Kayla beri nama Sabrina.


Sembilan bulan usai kepergian Kayla, Maira masih belum bisa menerimanya. Ia selalu terbayang-bayangi tragedi yang menewaskan anak semata wayangnya itu. Atas saran dari sahabatnya, Elsa (Maria Sabta), Maira memutuskan untuk mencoba berkomunikasi dengan Kayla menggunakan medium boneka Sabrina milik Kayla dengan melantunkan lagu Lingsir Wengi. Tapi ternyata usaha yang Maira dan Elsa lakukan itu berbuntut panjang. Mereka diterror oleh sosok misterius yang kini bersemayam dalam boneka Sabrina.


Maira pun kemudian mencoba meminta bantuan pada Laras dan Bagas untuk menyelediki dan menghentikan terror boneka Sabrina itu. Laras dan Bagas pun bersedia membantu keluarga Maira dan juga menyelidiki asal usul sosok misterius yang bersemayam dalam boneka Sabrina itu, yang ternyata tak kalah berbahaya nya dengan boneka Ghawiya yang pernah Laras tangani.




#Review:
Kesuksesan Film THE DOLL 1 (2016) yang dibintangi oleh Shandy Aulia dan Denny Sumargo membuat Rocky Soraya sangat tertarik untuk membuat sekuelnya. Penghubung antara Film THE DOLL pertama dengan Film THE DOLL 2 (2017) ini hanya terletak pada karakter Ibu Laras yang diperankan oleh Sara Wijayanto saja. Selebihnya tidak ada kaitannya sama sekali.
Formula yang dihadirkan series keduanya ini juga tak ada bedanya dengan series pertamanya. Dua orang yang diterror oleh sosok misterius lewat medium boneka. Sang sutradara kembali mengeksplor sebuah boneka yang kali ini terbuat dari porselen dan tampangnya lumayan menyeramkan untuk ukuran sebagai sebuah boneka anak-anak.


Plot cerita yang dihadirkan disini berjalan begitu pelan tapi pasti. Intens ketegangan dan rasa penasaran juga sukses ditebar diparuh awal film. Paruh pertengahan hingga akhir film menjadi bagian terbaik dalam film ini dimana sang sutradara mengkesplor cerita horror ini semakin dalam ditambah dengan interaksi antara ibu-anak dan juga menghadirkan plot twist yang cukup menyita perhatian karena ala-ala sinetron atau FTV. Beruntung hal itu bisa dimaklumi dengan intens horror serta jumpscare yang efektif didukung dengan kualitas audio menggelegar meskipun ada beberapa part, efek musiknya sungguh keterlaluan bikin kaget setengah mati. Sentuhan visual efek pada paruh pertengahan dan akhir film juga mengalami peningkatan yang signifikan jika harus dibandingkan dengan film-film Hitmaker Studios sebelumnya. Adegan slasher yang (kembali) dihadirkan juga cukup sukses membuat gue parno gak jelas. Andai saja beberapa hal konyol serta dialog dan adegan yang diluar akal sehat dihilangkan, performa Film THE DOLL 2 (2017) ini akan semakin mengesankan gue.






Jajaran pemain di Film THE DOLL 2 (2017) ini yang tampil mengesankan hanya Luna Maya dan Ira Ilvasari saja. Gue merasa puas banget ngeliat Luna Maya disini "gila-gilaan" disiksa lahir batin oleh Rocky Soraya dalam memerankan sosok Maira. Gue yakin setelah kemarin dalam Film FILOSOFI KOPI 2 (2017) dan sekarang di Film THE DOLL 2 (2017), Luna Maya bisa kembali diperhitungkan sebagai Aktris Utama Terbaik dibeberapa Ajang Penghargaan Perfilman Tingkat Nasional. Sosok Herjunot Ali dalam film ini kalau menurut gue hanya sebagai pemanis doang untuk para kaum perempuan. Padahal sosok Aldo gue yakin bisa jauh lebih di eksplor lagi dengan baik.
Dengan durasi mencapai diatas 120 menit, Film THE DOLL 2 (2017) memberikan terror yang memuaskan di Bioskop dibandingkan dengan Film DANUR (2017) ataupun Film JAILANGKUNG (2017). Terimakasih Rocky Soraya! So far, this is my favorite Local Horror Movie of the year!


[8.5/10Bintang]

[Review] Despicable Me 3: Gru Mempunyai Saudara Kembar!



#Description:
Title: Despicable Me 3 (2017)
Casts: Steve Carrell, Kristen Wiig, Trey Parker, Miranda Crosgrove, Dana Gaier, Nev Scharrel, Pierre Coffin, Julie Andrews
Director: Kyle Balda & Pierre Coffin
Studio: Illumination Entertainment, Universal Pictures


#Synopsis:
Gru (Steve Carrell) dan istrinya, Lucy (Kristen Wiig) lagi-lagi harus gagal menangkap Balthazar Bratt (Trey Parker), seorang penjahat eksentrik yang merupakan seorang mantan aktor cilik antagonis di tahun 80an yang merasa ia telah dibuang oleh Industri Hollywood. Balthazar sukses kabur dari kejaran Gru dan Lucy usai merampok sebuah berlian berwarna ungu yang konon berlian tersebut adalah berlian terbesar di dunia.


Mendengar kegagalan Gru dan Lucy (Grucy) menangkap Balthazar, pimpinan agen AVL (Anti Villain League) memberhentikan pasangan suami istri ini dari pekerjaannya. Gru dan Lucy berusaha untuk menerima kenyataan bahwa mereka sudah tidak lagi bekerja dari AVL. Kemudian keduanya memutuskan untuk menjadi seorang ayah dan ibu yang baik bagi Margo (Miranda Crosgrove), Edith (Dana Gaier) dan Agnes (Nev Scharrel).
Tapi sayang, niat baik Grucy untuk menjadi orang baik, ditentang oleh para Minions (Pierre Coffin). Mel, Dave dan para Minions lainnya memutuskan untuk kabur dan tidak lagi mengabdi pada Grucy. 


Ditengah rasa kekecewaan dan kesedihan, Gru dikagetkan lagi dengan kabar Ayahnya yang telah meninggal dan mengetahui sebuah fakta bahwa Gru mempunyai saudara kembar yang bernama Dru (Steve Carrell). Hal itu ia ketahui usai memastikan kabar tersebut dari Ibunya (Julie Andrews). Gru beserta keluarganya lantas menerima undangan Dru untuk datang ke Freedonia. Disana Dru tinggal bergelimang kemewahan dengan rumah istananya beserta aset pertanian ternak babi yang terbesar di Freedonia.


Kehadiran Gru disambut penuh sukacita oleh Dru. Ia sangat berharap bisa belajar menjadi seorang penjahat super dari saudaranya. Gru yang awalnya sudah berniat insyaf dari dunia kejahatan, dengan senang hati membantu saudaranya itu untuk menjadi penjahat. Gru mempunyai ide untuk merebut kembali berlian raksasa yang berada ditangan Balthazar dengan dibantu Dru sekaligus menyelamatkan dunia dari rencana tersembunyi yang akan dilakukan oleh Balthazar.


#Review:
Illumination Entertainment serta Universal Pictures nampaknya tak mau berhenti untuk terus mengeksplor kisah Gru beserta keluarga dan para minions nya ini. Debut kisah dimulai dari DESPICABLE ME (2010) yang sukses menuai pujian tak hanya lucu namun juga mempunyai sisi menyentuh tentang kekeluargaan. Sekuelnya yaitu DESPICABLE ME 2 (2013) juga cukup sukses menghadirkan humor lucu dan tingkah polah para Minions yang makin bodor. Melihat sosok para Minions yang sangat disukai banyak orang, membuat kedua rumah produksi ini berlanjut untuk membuat sebuah Spin-Off berjudul MINIONS (2015). Usai bergembira ria bersama para Minions dalam Spin-Off nya, kali ini Pierre Coffin beserta Kyle Balda kembali melanjutkan kisah Gru & keluarganya disini.


Untuk segi cerita, Film DESPICABLE ME 3 (2017) ini mempunyai subplot yang cukup banyak. Daripada berfokus satu cerita pada sosok penjahatnya yaitu Balthazar, Pierre Coffin malah memberikan subplot lainnya tentang Gru bertemu dengan Dru, tentang para Minions yang kabur meninggalkan Gru, tentang pencarian Unicorn yang dilakukan Agnes di hutan Freedonia, lalu tentang Margo yang dilamar warga Freedonia serta tentang Lucy yang berusaha menjadi seorang ibu yang baik bagi ketiga anak itu. Banyaknya subplot itu pun terasa semakin sesak dan subplot tersebut diselesaikan dengan "begitu doang" dan tidak cukup mengesankan sama sekali.
Beberapa humor dan kekonyolan justru ditampilkan terus menerus. Beberapa lelucon tampak sukses membuat tertawa, tapi tak sedikit juga beberapa lelucon itu tampil garing dan malah diulang-ulang. Tingkah polah Minions disini tak kalah gila dan menyebalkan seperti seri-seri sebelumnya. Tapi ya.. Kehadiran para Minions dalam film ini berasa seperti cerita tersendiri yang jika dihilangkan pun tidak akan berpengaruh drastis pada keseluruhan cerita.


Untungnya visual dan gambar Film DESPICABLE ME 3 (2017) memberikan suguhan yang memanjakan mata. Gambarnya begitu colorful, ceria, dan sangat tajam seperti series-series sebelumnya. Penggunaan musik-musik 80an yang dibawakan oleh karakter Balthazar juga sukses memberi warna baru untuk film ini. Adegan dance-fight yang dihadirkan diakhir film juga cukup fresh dan oke.
Overall, DESPICABLE ME 3 (2017) terasa semakin meredup dalam sisi kehangatan keluarga namun tetap memberikan kekonyolan dan keseruan komedi lewat keluarga Gru dan tentunya para Minions!


[6.5/10Bintang]

Bangkitnya Film Horror Indonesia Tahun 2017



Tahun 2017 sepertinya menjadi tahun bangkitnya Film Horror Indonesia. Kenapa? Karena 2 Judul Film Horror Indonesia yang dirilis pada tahun 2017 sukses mencetak Box Office Indonesia dengan raihan diatas 2.000.000 penonton diseluruh Indonesia. Hal ini sedikit membuktikan bahwa para penggemar Film Horror Indonesia itu masih banyak. Beberapa Film Horror/Thriller Indonesia dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan kualitasnya. 

Tahun 2000an Film JELANGKUNG (2001) sukses menjadi Film Horror Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan raihan jumlah penonton yang membludak. Tak hanya itu saja, film yang disutradarai Rizal Mantovani dan Jose Poernomo itu menjadi salah satu pioneer bangkitnya Industri Film Indonesia setelah sekian lama "mati suri" bersama Film PETUALANGAN SHERINA (1999) dan ADA APA DENGAN CINTA? (2000).

Periode Tahun 2006-2010an beberapa Film Horror Indonesia juga cukup mencuri perhatian pecinta Film Indonesia. Sebut saja:
Trilogi JELANGKUNG (2001-2003-2007) karya Rizal Mantovani, Dimas Djayadiningrat, Angga Dwimas Sasongko
Trilogi KUNTILANAK (2006-2007-2008) karya Rizal Mantovani
Film MIRROR (2006) karya Hanny R. Saputra
Trilogi POCONG (2006-2007-2008) karya Rudi Soedjarwo & Monty Tiwa
Film LENTERA MERAH (2006) karya Hanung Bramantyo
Film ANGKERBATU (2007) karya Jose Poernomo
Film KERAMAT (2009) karya Monty Tiwa
Film MATI SURI (2009) karya Rizal Mantovani
Film RUMAH DARA (2010) karya Mo Brothers

Namun sayang, periode Tahun 2009-2012 akhir menjadi masa Film Horror Indonesia menuai kritikan tajam dan mendapat pandangan sebelah mata akibat menyelipkan unsur sensualitas serta komedi dalam Film Horror. Beberapa diantaranya menjadi kontroversi bahkan menyebar ke jalur hukum. Diantaranya:
Film TIREN: MATI KEMAREN (2008) yang dibintangi Dewi Perssik
Film TALI POCONG PERAWAN (2008) yang dibintangi Dewi Perssik
Film SUMPAH INI POCONG (2009) yang dibintangi Julia Perez
Film SETAN BUDEG (2009) yang dibintangi Dewi Perssik & Cynthiara Alona
Film DARAH PERAWAN (2009) yang dibintangi Indah Kalalo
Film SUSTER KERAMAS (2009) yang dibintangi Rin Sakuragi & Shinta Bachir
Film POCONG MUPENG (2010) yang dibintangi Andy Soraya
Film DIPERKOSA SETAN (2010) yang dibintangi Cynthiara Alona


Puncaknya adalah Film ARWAH GOYANG KARAWANG (2011) menjadi Film Horror Sensual paling kontroversi karena diprotes oleh Warga Karawang, terjadi insiden baku hantam antara pemain utamanya yaitu Dewi Perssik dan Julia Perrez hingga keduanya menempuh jalur hukum. Dan beberapa Film-Film Horror Komedi lainnya yang memakai judul-judul yang bikin keheranan setengah mati.
Rupanya fenomena Film Horror Sensual masih saja diproduksi dalam kurun 2012 hingga sekarang. Namun untungnya, jumlahnya dari tahun ke tahun semakin menurun dan tidak mendapat respon lagi dari pecinta Film Indonesia.
Tahun 2012 beberapa Film Horror Indonesia sukses mencuri perhatian Pecinta Film Indonesia. Film Horror yang dirilis pun 100% pure horror tanpa embel-embel sensualitas atau komedi. Diantaranya:
Film HI5TERIA (2012) Film Omnibus Karya Billy Christian dll
Film RUMAH KENTANG (2012) karya Jose Poernomo
Film MODUS ANOMALI (2012) karya Joko Anwar
Film KEMASUKAN SETAN (2013) karya Muhammad Yusuf
Film NINA BOBO (2014) karya Jose Poernomo
Film ANGKER (2015) karya Muhammad Yusuf
Film TAROT (2015) karya Jose Poernomo
Film WEWE (2015) karya Rizal Mantovani
Film TUYUL PART 1 (2015) karya Billy Christian
Film BADOET (2015) karya Awi Suryadi
Film KAKAK (2015) karya Ivander Tedjakusuma
Film MIDNIGHT SHOW (2016) karya Ginanti Rona
Film THE DOLL (2016) karya Rocky Soraya

Hadirnya Film-Film Horror Indonesia yang berkualitas juga mengangkat nama sutradara-sutradara baru dan yang sudah berpengalaman selalu dinantikan filmnya seperti Jose Poernomo, Rizal Mantovani, Joko Anwar, Muhammad Yusuf, Awi Suryadi dan Billy Christian.


Awal tahun 2017, Rumah produksi MD Pictures merilis sebuah Film Horror Adaptasi dari Novel karya Risa Sarasvati berjudul DANUR (2017). Film yang disutradarai Awi Suryadi dan dibintangi Prilly Latuconsina ini menjadi Film Horror Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan raihan diatas 2.7juta penonton diseluruh Indonesia. MD Pictures pun bergerak cepat untuk membuat sekuelnya yang direncanakan akan dirilis pada 2018 mendatang.


Duet Rizal Mantovani dan Jose Poernomo kembali terjadi lewat film ini. Dibintangi oleh pemain-pemain yang tengah bersinar seperti Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hannah Al-Rashid, Lukman Sardi dan Wulan Guritno ini menjadikan Film JAILANGKUNG (2017) menjadi Film Lebaran Terlaris Tahun 2017 dan menempati Posisi ke-2 di Top 15 Film Indonesia Terlaris di Tahun 2017.

Meskipun Film DANUR (2017) dan Film JAILANGKUNG (2017) menghasilkan jutaan penonton diseluruh Indonesia, tapi untuk segi kualitas cerita, kedua film itu menuai kritikan dari beberapa pengamat & reviewer Film Indonesia.
Beberapa judul Film Horror Indonesia yang telah dan akan tayang di tahun 2017 ini juga memberikan rasa penasaran yang cukup tinggi. Diantaranya:


Film THE CURSE (2017) yang disutradarai oleh Muhammad Yusuf. Dibintangi oleh Prisia Nasution dan Shareefa Daanish. Meskipun untuk secara keseluruhan, film ini kurang memuaskan.


Billy Christian kembali menyutradarai sebuah Film Horror berjudul PETAK UMPET MINAKO (2017). Film ini sudah selesai masa produksi pada periode 2015-2016 lalu. Akhirnya film ini akan tayang di Bioskop Indonesia mulai September 2017 mendatang.


Rumah Produksi spesialis Film Horror "deluxe" yaitu Hitmaker Studios, tahun 2017 ini siap merilis Film Horror Indonesia berjudul THE DOLL 2 (2017). Film ini masih melibatkan Sara Wijayanto yang sebelumnya tampil dalam Film THE DOLL 1 (2016). Film ini juga dibintangi oleh Luna Maya dan Herjunot Ali.


Jose Poernomo sepertinya sedang intens dalam memproduksi Film Horror. Usai kesuksesan Film JAILANGKUNG (2017), kali ini ia membuat sebuah Film Horror Indonesia yang berasal dari Urban Legend daerah Minangkabau berjudul GASING TENGKORAK. Dibintangi oleh Nikita Willy, rencananya film ini akan dirilis dalam waktu dekat.



Salah satu sutradara terbaik di Indonesia yaitu Joko Anwar akhirnya kembali merilis sebuah Film Horror yang kali ini merupakan remake dari Film PENGABDI SETAN (1980). Diproduksi bersama Rapi Films dan dibintangi oleh Tara Basro dan Dimas Aditya ini menjadi salah satu Film Indonesia yang paling ditunggu pada tahun 2017 ini.


Sebelum membuat Film JAILANGKUNG (2017), rupanya Jose Poernomo telah rampung menyelesaikan sebuah Film Horror yang bekerjasama dengan MD Pictures berjudul RUQYAH: THE EXORCISM. Film ini dibintangi oleh Celine Evangelista dan Evan Sanders. Melihat teaser poster yang baru saja dipublish, Film Horror ini sepertinya tampak akan menjanjikan.


Cerita Bonaventura Genta yang viral di KasKus tentang pengalaman mistisnya bekerja ditempat yang berhantu kini siap diangkat ke layar lebar. Disutradarai oleh Monty Tiwa yang sukses menghadirkan Horror Mockumentary lewat Film KERAMAT (2009), Hedy Suryawan seorang sutradara yang dikenal sebagai sutradara video klip musik. Film yang diproduksi oleh Max Pictures ini rencananya akan siap tayang di Bioskop pada akhir 2017 mendatang. Sederet aktor aktris yang tengah populer dipastikan menjadi pemeran dalam film ini. Diantaranya: Deva Mahenra, Richard Kyle, Miller Khan, Ganindra Bimo, Tio Pakusadewo, Wizzy, dan Aura Kasih.


Dan menurut pengamatan gue, Tahun 2017 ini boleh dibilang menjadi tahun bangkitnya Film Horror Indonesia Berkualitas. Posisi puncak No.1 dan No.2 Top-15 Box Office Indonesia Tahun 2017 dikuasai oleh Film Horror. Jumlah Produksi Film Horror Indonesia pada tahun 2017 juga cukup banyak dan beragam. Semoga kejayaan Film Horror Indonesia bisa terus dipertahankan dengan melahirkan ide-ide berkualitas dan mampu bersaing dengan genre lainnya di Industri Film Indonesia.

[Review] Filosofi Kopi 2 Ben & Jody: Perjalan Membangun Kedai Kopi Nomor Satu Berlanjut



#Description:
Title: Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)
Casts: Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya, Nadine Alexandra, Melissa Karim, Westny DJ, Aufa Dien Assegaf, Muhammad Aga, Ernest Prakasa, Joko Anwar, Tio Pakusadewo
Director: Angga Dwimas Sasongko
Studio: Visinema Pictures, 13 Entertainment


#Synopsis:
Setelah memenangkan kompetisi berhadiah 1 milyar berkat Kopi Tiwus dan Kopi Perfecto, Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) memutuskan untuk menjual tempat Kedai Filosofi Kopi mereka dan berkeliling Indonesia menggunakan Kombi. Tujuannya untuk mengenalkan "Kopi Terbaik" yang mereka racik untuk masyarakat luas.
Berbagai kota telah mereka lewati dan tak terasa perjalanan keliling Indonesia yang Team Filosofi Kopi lakukan telah memasuki tahun kedua. Namun, perjalanan mereka terpaksa harus mengalami kendala saat Nana (Westny DJ) memutuskan untuk resign lantaran tengah mengandung anak pertamanya. Tak berhenti sampai disitu saja, dua barista lainnya yaitu Aldi (Aufa Dien Assegaf) dan Aga (Muhammad Aga) juga memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasannya masing-masing.


Ben dan Jody menemui banyak kendala usai ditinggal Nana, Aga dan Aldi. Dilanda kegelisahan, Ben mempunyai ide untuk kembali ke Jakarta lalu kembali membangun kedai lama mereka dari awal. Tapi ide spontan yang Ben pikirkan itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi sekarang, kedai kosong yang dulunya tempat Filosofi Kopi mempunyai harga jual yang sangat tinggi ditambah menjamurnya kedai-kedai kopi di Jakarta membuat Ben dan Jody harus memutar otak untuk mewujudkan mimpi mereka itu.
Dengan bantuan Cici nya Jody (Melissa Karim), Keduanya berhasil mendapatkan beberapa kontak investor untuk membangun kembali Filosofi Kopi. Ben dan Jody berusaha meyakinkan para investor itu untuk menginvestasikan sahamnya di kedai Filosofi Kopi. Usaha mereka membuahkan hasil. Tarra (Luna Maya) seorang pengusaha menyetujui untuk berinvestasi di kedai Filosofi Kopi. Bahkan, Tarra mempunyai rencana yang jauh lebih besar yakni mengekspansi kedai Filosofi Kopi ke luar kota Jakarta.


Kedai Filosofi Kopi pun kembali dibuka. Banyak para pecinta kopi Jakarta berbondong-bondong datang ke Kedai Filosofi Kopi. Namun sayang, sebuah insiden terjadi. Seorang penilai kopi memberikan review kurang mengenakkan terhadap kopi yang disajikan di Kedai Filosofi Kopi. Ben meyakini hal itu bisa terjadi gara-gara performa kerja Barista baru rekrutan Jody yakni Brie (Nadine Alexandra.
Kehadiran Tarra dan Brie itu memberikan warna baru bagi Kedai Filosofi Kopi sekaligus menguji sisi persahabatan diantara Ben dan Jody yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya.




#Review:
Film FILOSOFI KOPI (2015) lalu sukses memberikan standar tertinggi untuk sebuah drama Film Indonesia. Film jilid pertamanya yang diangkat dari Novel Cerpen karya Dee Lestari itu sukses panen penghargaan diberbagai ajang penghargaan bergengsi tingkat nasional. Mendengar cerita Ben & Jody akan dibuatkan kelanjutannya, membuat sebagian orang mungkin akan bilang "ngapain sih dibikin sekuel? satu aja udah cukup". Rasa kekhawatiran akan kualitas sekuelnya ini perlahan sedikit memudar ketika Angga Dwimas Sasongko & Jenny Jusuf kembali duduk dibangku sutradara dan penulis skenario. Dibantu oleh ratusan orang yang ikut berpartisipasi dalam membuat ide cerita, Angga Dwimas Sasongko akhirnya memilih cerita sekuel Ben dan Jody penuh dengan kisah persahabatan dan percintaan yang makin kompleks dan berpotensi merenggangkan kedekatan antara Ben dan Jody.


Angga Dwimas Sasongko sukses menjawab bahwa sekuel untuk Ben dan Jody ini itu harus ada. Beliau sukses menghadirkan suasana hangat persahabatan lewat Ben dan Jody beserta karyawan-karyawannya. Cerita kemudian berlanjut ketika karakter Tarra dan Brie muncul. Konflik serta intrik mulai ditebar sang sutradara & penulis skenario dengan apik dan terasa natural. Skenario yang dibuat oleh Jenny Jusuf, Angga Dwimas Sasongko dan Irfan Ramli ini terasa sangat enjoy dan tidak berlebihan ketika ditonton. Plot-twist yang disajikan juga sebetulnya berpotensi menjadi lebay, tapi untungnya lagi-lagi ketiga penulis skenario mengambil cara yang sederhana dan natural untuk mengakhiri keseluruhan perjalanan Ben dan Jody. Pengedukasi-an tentang kopi yang diselipkan disekuelnya ini pun semakin memperhangat keseluruhan cerita.


Chemistry Bromance antara Ben dan Jody yang diperankan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto terasa semakin kuat dan mengesankan. Dibalik ego serta perbedaan sudut pandang yang dimiliki masing-masing, tersimpan rasa peduli yang amat kuat diantara mereka. Melihat keduanya memerankan Ben dan Jody, gue jadi yakin bahwa sifat dan kelakuan mereka itu memang ada di kehidupan nyata. Yang membuat gue kagum berikutnya adalah Luna Maya. Gue begitu pangling ngeliat performa akting Luna Maya disini yang penuh emosional. Angga Dwimas Sasongko sukses membuat sosok Tarra dan Brie yang dimainkan Nadine Alexandra tak kalah bersinarnya seperti Ben dan Jody.


Iringan musik, backsound dan soundtrack dari band-band Indie seperti Fourtwnty, Banda Neira, Robi Navicula dan Leanna Rachel yang dilantunkan disepanjang film juga begitu menyatu dengan keseluruhan cerita film. Lagu Sahabat Sejati milik Sheila On 7 yang dinyanyikan ulang oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto semakin memperhangat makna persahabatan diantara mereka ketika film berakhir. Over all, this movie can be one of the best local movie of the year.


[9.5/10Bintang]